Cuplikan Chapter ini
Waktu dan Ketenangan---Matahari siang menyengat pelataran kampus dengan terik yang menyengat kulit memaksa sebagian besar mahasiswa berlindung di bawah naungan rindangnya pohon-pohon angsana Di sudut paling teduh kantin pusat aroma kopi tubruk dan pisang goreng mengepul tipis dari meja kayu tua yang menjadi langganan Ammar dan Dilara Suasana kantin cukup bising dengan riuh rendah suara percakapan dari berbagai meja namun sudut tempat mereka duduk seolah memiliki gelembung ketenangannya s