Cuplikan Chapter ini
Refleksi Waktu Detik yang Tak Kembali---Angin sore berhembus pelan membawa kesejukan yang menyapu pelataran marmer putih halaman masjid kampus Di bawah rindangnya pohon ketapang kencana yang daun-daunnya mulai menguning kecokelatan Ammar duduk bersila di atas bangku taman kayu Tempat ini selalu menjadi pelabuhan sunyi bagi pemuda itu setiap kali beban akademik riset sejarah dan dinamika kehidupan kampus terasa begitu menyesakkan dada Di tangannya sebuah tasbih kayu mahoni berputar pe