Cuplikan Chapter ini
Rasa yang Mulai Tumbuh Dilara menyadari ada ketenangan batin setiap kali ia mendengar argumen Ammar---Ruang perpustakaan manuskrip kuno di kawasan Fatih Istanbul selalu menyebarkan aroma khas kertas tua dan tinta nabati yang dicampur damar kayu Di balik meja baca kayu ek yang besar Dilara menatap tumpukan lembaran perkamen berbahasa Utsmaniyah abad ketujuh belas Matanya menyusuri barisan huruf Arab gundul yang meliuk-liuk anggun tetapi pikirannya justru melayang jauh meninggalkan teks