Cuplikan Chapter ini
Bayang-Bayang Waktu Refleksi Ammar mengenai detik-detik waktu yang terbuang jika ia hanya mengandalkan harta orang tuanya---Malam itu jam dinding antik di sudut ruang keluarga berdetak dengan suara yang begitu nyaring seolah-olah berlomba dengan detak jantung Ammar yang tidak beraturan Lampu meja belajar menyala temaram memantulkan bayangan tubuhnya yang kurus di atas tumpukan buku tebal dan catatan keuangan yang berantakan Di luar jendela hujan gerimis turun perlahan membasahi kaca