Cuplikan Chapter ini
Tabir Terbuka---Langit Jakarta sore itu tampak mendung menggantung menumpahkan rintik hujan gerimis yang membasahi kaca jendela besar sebuah restoran kontemporer bergaya minimalis di kawasan Menteng Di dalam ruangan yang hangat berbalut alunan musik instrumental lembut aroma kopi hitam bercampur wangi rempah makanan berkelas menyelimuti udara Dilara duduk terpaku di kursi beludru berwarna abu-abu tua menatap lurus ke arah amplop cokelat tebal yang tergeletak di atas meja marmer di hadapa