Cuplikan Chapter ini
Angga masih duduk di tepi ranjang rumah sakit wajahnya pucat dan keringat dingin membasahi pelipisnya Luka-luka di tubuhnya sudah mulai ditangani tapi rasa nyeri yang menyebar di sekujur tubuhnya membuatnya sulit bergerak dengan bebas Ia menoleh ke samping melihat Tabitha yang masih terbaring dengan wajah pucat Tangannya yang diperban tergeletak di atas selimut dan napasnya naik turun dengan teratur meskipun masih lemahAdeline duduk di sisi ranjang jemarinya menggenggam erat tangan p