Cuplikan Chapter ini
Zunaira duduk dengan gelisah di ruang kerja ayahnya memegang surat dispensasi yang telah dia persiapkan dengan hati-hati Setiap kata di dalam surat itu terdengar meyakinkan lengkap dengan tanda tangan kepala sekolah dan stempel resmi MPK yang seharusnya cukup untuk meyakinkan ayahnya Namun degup jantung Zunaira tetap keras khawatir kalau ada yang mencurigakanAyahnya yang sedang memeriksa dokumen-dokumen di mejanya akhirnya menatap Zunaira Apa ini tanyanya dengan suara datar nam