Cuplikan Chapter ini
Pagi itu sinar matahari yang lembut masuk melalui celah tirai ruang rawat memberikan suasana yang lebih segar Angga sudah siuman meski masih terlihat lemah Dia duduk bersandar di tempat tidur dengan bantal penyangga di punggungnya Tabitha duduk di kursi dekat ranjang dengan nampan makanan dari rumah sakit di tangannya Pelan-pelan dia membantu Angga menyuapkan bubur yang masih hangatSoal keadaan gue nggak ada yang tahu kan Ta Orang rumah tanya Angga pelan suaranya sedikit se