Cuplikan Chapter ini
Tabitha terdiam sejenak sambil menatap tumpukan buku sejarah yang menumpuk di meja Dengan piyama tidur yang nyaman dan rambut yang terurai acak-acakan dia seakan melawan rasa kantuk yang terus menghinggapinya Jam di dinding menunjukkan hampir tengah malam tetapi dia masih tekun membaca dengan mata yang mulai berat Beberapa kali dia menghela napas merasa seperti tenggelam dalam lautan informasi yang tiada habisnyaBener-bener ya ini sejarah bikin gue muak banget baca sebanyak ini ke