Cuplikan Chapter ini
Langkah mereka terhenti di tengah lorong yang gelap dan dingin Angga terduduk di lantai bersandar pada dinding yang terasa lembap Tubuhnya bergetar meski wajahnya tampak memerah Napasnya terdengar berat dan keringat mengalir deras di dahinyaNgga lo kenapa Tabitha berjongkok di sampingnya dengan senter yang tetap menyala segera mengeluarkan botol air mineral dari tas Dia menuangkan sedikit air ke tangannya dan mulai mengusapkannya ke wajah dan leher Angga Panas badan gue panas