Cuplikan Chapter ini
Malam semakin larut dan embusan angin malam semakin terasa menusuk Setelah makan malam mereka masuk ke kamar masing-masingAngga dan Daniel berbagi satu kamar begitu juga Tabitha dan Zunaira Namun seperti malam-malam sebelumnya Daniel tetap sulit tidurLangkahnya pelan menuju teras rumah lalu duduk di anak tangga depan Cahaya bulan samar menerangi halaman memberikan ketenangan di tengah pikiran yang penuh Suara langkah ringan terdengar dari dalam rumah Daniel menoleh dan meliha