Cuplikan Chapter ini
Arimbi duduk di ruang tamu yang hening hanya terdengar bunyi jam dinding yang berdetak pelan Malam itu terasa dingin meski seharusnya ia merasa hangat di rumahnya sendiri Pernikahannya dengan Hans terasa seperti beban yang semakin berat Ia tahu bahwa ada yang berubah tidak hanya dalam hubungan mereka tapi juga dalam caranya memandang dirinya sendiriHans tak pernah benar-benar menghargai Arimbi terutama ketika ia mencoba menyampaikan pendapat atau idenya Setiap kali Arimbi berbicara