Cuplikan Chapter ini
Sejak kejadian beberapa hari lalu aku tidak bertegur sapa dengan mbak Didi Bahkan ketika duduk bersebelahan di meja makan kami hanya diam Melihat wajahnya saja rasanya aku masih malas apalagi untuk bicaraKata-kata mbak Didi yang menyebutku keras kepala masih terngiang di kepalaku Seharusnya dia bisa sedikit membelaku di depan mami dan papi Bagiku mbak Didi bukan hanya kakak tapi juga sahabat Dan sahabat tidak seharusnya saling menjatuhkan apalagi dengan kata-kata yang menyakitkan