Cuplikan Chapter ini
Arimbi di tengah kebebasan yang dipujanya namun tetap ada satu hal yang menghantui pikirannya keluargaArimbi kabur tanpa pamit tanpa penjelasan Setiap malam bayangan mami dan papi muncul di benakku Sebesar apa pun rasa marahnya dia tidak bisa menyangkal bahwa dirinya merindukan mereka Ada rasa bersalah karena sudah menyakiti mami papiSuatu hari saat Arimbi sedang duduk di kamar kos sambil melamun tiba-tiba teleponku berdering Nomor tak dikenal Awalnya ragu untuk mengangkat t