Cuplikan Chapter ini
Arimbi tidak mampu memejamkan matanya lagi Dadanya terasa sangat perih karena kesedihan yang menggunung Dadanya berat Sakit tak tertahankanMami Papi Rambut-rambut putih dan garis-garis umur di wajah mereka semakin hari semakin mendominasiSangat paham ya aku sangat paham Mungkin hanya tinggal hitungan tahun mereka akan menutup kehidupan Lalu kapan lagi aku bisa membahagiakan merekaMungkin dengan memberikan hak panggung pentasku bisa menjadi sebuah pelipur lara untuk mereka Di