Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Talak Untukku
Suka
Favorit
Bagikan
6. Bab 6 berlibur ke pantai
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

Bahagia rasanya berada didekat Mas Emiel juga Jingga, hatiku merasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata

"Tante, bagus ya pemandangannya?" tanya Jingga padaku.

"Subhanallah, bagus banget Jingga tante suka sekali!" jawabku pada Jingga yang sedang asyik melihat pemandangan.

"Gimana kalian suka?" seru Mas Emil yang sedang memperhatikan kami.

"Suka banget!" ucapku barengan sama Jingga.

"Mau turun lihat dipantai." ucap Emil pada kami.

"Mau--mau--mau,"

Pov Fajar.

Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Kemana lagi aku harus mencari Lintang? Aku harus minta maaf padanya. Maafkan aku lintang,

Aku sudah mencarinya kerumahnya kata budhe nya beliau tidak tahu, begitu banyak dosa yang aku lakukan, lelaki macam apa aku yang menyakitinya begitu lama, ya Allah kenapa kau menyadarkanku setelah Lintang pergi dariku, bahkan sidang putusan percedaiannya pun sudah diketuk palu.

Sekar benar-benar keterlaluan, ia menjebakku agar mencintainya untuk membalas dendam pada Lintang

Aahhhhhhhh aku benci diriku sendiri, betapa aku menyia-yiakan orang yang selama ini menyayangiku.

"Alhamdulillah Mas, Lintang sudah resmi kau ceraikan, aku bahagia sekali?" tanya sekar padaku dengan nada Angkuhnya.

"Iya sayang, kita bisa bersatu tanpa ada lintang yang mengahalangi kita!" jawabku senang pada sekar.

"Aku puas sekali, harusnya aku bisa melihat lintang menderita, namun sayang dia tak menghadiri sidang putusan ini. Ucap sekar sinis.

"Maksudmu apa sekar."

"Aku begitu membenci Lintang, gara-gara dia aku menderita hingga sekarang, karena ia lebih menikahimu dari pada dengan kakakku, kakakku jadi depresi." ucap sekar sambil menagis.

"Maksud kamu?"

"Aku sekar tidak rela jika Lintang bahagia, lintang memilih dijodohkan dengan orang tuanya menikahimu, sementara kakakku menderita karena ditinggal pergi menikah denganmu. Lintang yang tak lain adalah sahabat dekat kakakku. Balas dendamku selesai aku telah membuat pernikahannya hancur, dan sekarang aku harus meninggalkanmu.

"A-apa sekar apa yang kau lakukan, tidak aku mencintaimu?"

"Aku tidak pernah menyukaimu, kau pun sama seperti lainnya, jika kau terus menyakiti Lintang, suatu saat kau pasti akan menyakitiku juga

Permisi....

"Tidak Sekar tolong kembalilah padaku, aku mohon." ucapku dan sekar tetap melangkah pergi meninggalkanku.

Aku mengejarnya hingga tubuhku tersungkur ketanah, aku bangkit dan terus mengejarnya hingga tubuhnya bisa aku raih dari belakang.

"Plis Sekar jangan tinggalkan aku?"

"Buat apa Fajar, Misiku telah selesai, aku sudah menghancurkan hidup Lintang, dan aku sudah tidak membutuhkanmu, kau bukanlah tipe ku!"

"Kau tega Sekar."

"Kamu yang tega Fajar, kau telah meninggalkan Lintang wanita yang begitu baik, sangking baiknya ia memilih menikahimu dan meninggalkan kakakku." ucap Sekar berlalu pergi dan meninggalkanku.

Itukah karmaku yang selama ini menyakiti Lintang, perempuan yang sudah setia mendampingiku selama ini, apa yang harus aku lakukan, Ibu sudah mengusirku, kemana lagi aku harus pergi sementara tabunganku semakin menipis.

"Untuk apa kau pulang?" tanya ibu padaku.

"Maafkan Fajar ibu, Fajar minta maaf, Fajar dibohongi sama sekar!"

Aku tidak peduli jika ibu mengusirku lagi, aku hanya ingin meminta maaf, aku beeharap ibuku memaafkanku.

"Kau telah kehilangan Mutiara Fajar, Wanita seperti lintang susah didapatkan." ucap ibuku yang telah menyadarkanku.

Ibu benar, Lintang adalah istri yang patuh juga penurut, semua dikerjakannya hingga rapi.

"Maafkan Fajar ibu, Fajar janji akan meminta maaf dan mencarinya."

Sekar benar-benar keterlaluan, aku membencinya, aku sudah terjebak dalam permainan balas dendamnya, yang aku sesali adalah kenapa aku begitu bodoh telah menyia-yiakan Lintang, wanita sang selalu menuruti kemauanku.

Kurebahkan badanku diatas ranjang Milikku, masih ada parfum wangi milik Lintang, meskipun ia tak pernah berdandan namun ia selalu merawat tubuhnya, tubuhnya yang selalu wangi membuatku selalu terpesona dengan tubuh wanita yang sekarang telah menjadi mantanku itu.

Ya Allah apa yang aku lakukan selama ini, aku menyadari setelah ia pergi, dan lebih fatalnya lagi ia sekarang tidak lagi menjadi istriku, adakah kata maaf untukku lagi, bisakah aku melihatnya lagi.

Aku melangkah kedapur mengambil minum, tak sengaja kedua kakakku telah membicarakan Lintang.

"Susah ya Anggun tidak ada Lintang, tidak ada yang disuruh-suruh?" tanya Mbak Wulan ke mbak Anggun.

"Banget Mbak aku harus kesana kesini anter Tiara sendiri, dulu enak banget apa-apa tinggal suruh!" jawab mba anggun sama mbak Wulan.

"Iya, Fajar sih sok-sok an selingkuh, jadi kita kan yang rugi."

"Iya,mbak rugi banget.

Ternyata Lintang dirumah ini diperlakukan seperti pembantu, namun selama ini aku tak mengetahinya, ya Allah laki-laki macam apa aku ini hingga aku tidak pernah memperdulikannya.

Diapun tidak pernah mengeluh padaku, sungguh Lintang aku minta maaf, minta maaf karena aku telah menyia-yiakanmu.

Tubuhku lunglai kelantai tak sanggup aku menaggung beban rasa bersalah selama ini.

Lintang kemana lagi aku harus menyarimu, masih adakah kata maaf untukku?

Pov Lintang.

"Ayo sini tante kita kejar-kejaran?" sapa Jingga sambil mengambil air dan menyiramiku.

"Boleh..!"

Aku berlari mengejarnya, bermain dan tertawa di tepi pantai yang tak berujung, aku bahkan lupa bersedih Jingga membuat hatiku bahagia hingga tak terkira. membuat kami lupa jika hari telah berubah menjadi petang.

Kami kembali ke villa dan mandi, sebuah baju baru sudah ada diatas ranjang villa, Mas Emiel memperlakukanku seperti seorang wanita yang sesungguhnya.

Aku bersama Jingga berganti pakaian dan berdandan, karena bantuan Elsa sekarang aku sudah bisa berdandan sedikit demi sedikit. Kami makan malam lalu Jingga tertidur dipangkuanku diatas Sofa depan TV.

"Lintang trimakasih buat semuanya, karenamu wajah Jingga kembali ceria?" tanya Mas Emil kepadaku.

"Sama-sama Mas, trimakasih juga Mas Emil sudah mengizinkan Aku dekat dengan Jingga, sehingga aku pun kembali bisa tersenyum!" jawabku pada Mas Emiel.

"Kau tahu Lintang, Mamanya Jingga meninggalkannya saat Jingga masih kecil, saat Jingga membutuhkan kasih sayang seorang Ibu bahkan mungkin ia bekum mengenal jelas wajah ibunya." ucap Mas Emil sambil menundukkan wajahnya.

"Kemana perginya Mas?" tanyaku penasaran.

Aku yakin Mas Emil pun menyimpan luka yang begitu mendalam, sama sepertiku.

"Entahlah Lintang, Dia wanita sosialita, padahal aku sudah memenuhi semua permintaannya, namun hembus yang kudengar bahwa dia lari bersama laki-laki yang tak lain adalah kekasihnya!" jawaban Mas Emil membuatku tersentak sungguh ia oun menyimpan luka sama sepertiku. 

"Ya Allah, yang sabar Mas Emil, kita senasip sudahlah masih ada Jingga yang menyayangi Mas, sedangkan aku tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini Mas." 

"Iya Lintang, Trimakasih.

"Sama-sama Mas."

Banyak di antara kita yang masih saja fokus sama kekurangan dan kesalahan orang lain, Seperti Mas Emil yang mempunyai beban luka yang sama sepertiku, mencintai seseorang namun cinta dibalas dengan penghianatan dengan perselingkuhan.

Seolah masalah sekecil apapun yang ada pada diriku mereka akan memberikan komentar sedemikian rupa jahatnya. Seperti halnya kakak iparku dulu, selalu menyuruh dan memanfaatkanku.

Tak jarang mereka tanpa sadar telah memberikan komentar dengan menghakimiku, saking fokusnya dengan kesalahanku mereka sampai lupa, kalo mereka juga banyak kekurangannya.

So.... Inilah hidupku yang sekarang, Aku hanya akan fokus untuk memperbaiki kekurangan yg ada pada diriku sendiri, dan memberikan nasihat ke orang lain tanpa melukai perasaannya dan sewajarnya.

Tak terasa air mataku jatuh membayangkan betapa selama ini aku begitu tersakiti, namun aku hanya diam agar rumah tanggaku terselamatkan, meskipun pada Akhirnya pernikahanku telah hancur bagikan gelas yang telah pecah. 

Luka itu akankah terobati.....

Atau justru aku terjebak dalam

lingkaran Luka itu sendiri...

Bersambung......

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)