Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Talak Untukku
Suka
Favorit
Bagikan
3. Bab 3 mulai hidup baru
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

Part3

Aku berdiri ditempat kasir, pembeli datang dan pergi, kulihat ada tamu dari si Boss, memesan baju untuk pernikahan, Butik ini lumayan Ramai, Alhamdulillah bisa membaut aku melupakan sejenak perasaan yang entah, mungkin saja aku lelah setiap hari hanya menagis.

"Lintang karyawan baru ya,tolong bungkuskan baju ini, dibungkus yang rapi ya?" ucap Istri dari bossku Bu Sonya, wanita sosialita yang begitu anggun dan cantik.

"Iya Bu saya karyawan baru disini!" jawabku pada Ibu Sonya.

"Trimakasih ya!" serunya dan berlalu pergi keruangannya.

Aku dibantu sama teman kerjaku Elsa, membungkus baju dengan rapi selesai itu, aku menuju ruangan Bu Sonya dan menyerahkannya padanya.

Waktu sudah mulai sore, Aku.meminta izin untuk mencari kontrakan sama Bu sonya dan Pak jaka, Aku ingin mencari kos atau kontrakan didekat-dekat sini. Semoga saja aku izinin.

"Permisi Maaf Bu Sonya mengganggu, saya mau izin pulang mencari kontrakan, takutnya nanti kemaleman carinya saya ga berani?" izinku pada Bu Sonya semoga saja diizinkan.

"Boleh Lintang, tapi begini saja, ada rumahku yang kosong didekat sini mungkin boleh kamu tempati, gratis kok ga usah bayar hanya listrik sama air kamu yang bayar ya?" Tanyanya Bu Sonya padaku.

"Apa Bu Sonya tidak keberatan!" Jawabku ragu pada Bu Sonya.

"Tidak, kalau kamu takut bisa cari teman."

"Baik Bu, Trimakasih banyak, Lintang ga tahu harus bilang apa!" sergahku pada Bu Sonya, yang masih sibuk dengan laptopnya.

"Sekarang kerja lagi, nanti aku kasih kuncinya ya?"

Ya Allah terimakasih sudah memberiku jalan, Aku harus semangat, semua pasti akan baik-baik saja, pekerjaan baru semangat baru dan hari yang baru.

Elsa bersedia pindah denganku, karena Dia juga kost, lumayan uangnya bisa buat dikirim Ibunya dikampung, semoga saja kami bisa membersihkan juga menjaga rumah itu bersama-sama.

Bu sonya memberikanku kunci, beliau mengantarkanku sampi depan Rumah Minimalis miliknya.

"Bu, sekali lagi trimakasih banyak atas bantuannya?" liriku pada Bu Sonya, ada yang orang baik di kota besar seperti ini.

"Sama-sama Lintang, lagian juga kan kamu karyawanku, anggap saja ini salah satu fasilitas kami untuk yang bekerja dibutik!" jawabannya membuatku lega, Alhamdulillah.

Mobil Bu Sonya melaju hingga tak terlihat lagi, Aku masuk dan membersihkan Semua Ruangan, sepertinya baru dibersihkan, tidak terlalu capek. Ponselku di nakas berbunyi.

[Mbak Lintang, minta alamat lokasi rumahnya]

[Baik, El]

Selang beberapa jam ada taxsi online, berhenti didepan Rumah, Aku membukakan pintu dan Elsa masuk dengan membawa barang-barangnya dibantu sama temen prianya, Kami sama-sama membereskan barang bawaan Elsa.

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga, saatnya istirahat, kurebahkan tubuhku diranjang kecil, Aku merasakan sedikit kebahagian, setidaknya bayangan masa laluku dan Bapakku sudah mulai ku Iklaskan.

Kilas balik

"Maafkan Aku Lin, Aku tak sengaja?" Ucapnya setelah meniduriku dan mengambil kesucianku.

"Kenapa Minta Maaf Mas, Aku kan Istrimu!"

Mungkin saja Mas Fajar khilaf karena aku tidur tidak memakai jilbab. Adakah lelaki yang Minta maaf setelah apa yang dilakukannya memang sudah halal.

"Kau tahu Aku tidak suka perjodohan ini, Aku  sudah punya kekasih. Dan suatu saat nanti aku akan menceraikanmu." sergah Suamiku membuat aku muak.

Ku lalui hari hariku dengan sikap angkuh dan cueknya, Makin kesini ia hanya menginginkanku saat Ia butuh saja. Aku berusaha bertahan dengan perjodohan ini, mungkin saja ada keajaiban. Pernikahan ini bisa terselamatkan.

"Aku akan kerja seminggu diluar kota, jangan menungguku juga jangan menelponku, mengerti?" tanyanya padaku, membuat bulir bening jatuh dari sudut mataku.

"Baiklah!"

"Ingat, pesanku jangan pernah menelponku.

"Iya Mas."

Aku mengantarkan Tiara kesekolah dengan Motor metic, kuturunkan Tiara di depan gerbang sekolah, kulaju motorku dengan kecepatan pelan, saat berhenti dilampu merah, tak sengaja mataku tertuju pada mobil yang aku kenali, dan benar adanya, mobil sumiku bersama seorang wanita.

Aku masih terus melaju menaiki sepeda motor dengan perasaan yang menyakitkan, 

Kalau tak menginginkan perjodohan seharusnya ia dulu menentangnya, ya Allah kuatkan hambamu ini, untuk menghadapai masalah yang tak pernah ada ujungnya.

Kilas balik off

Laki-laki bernama Fajar suamiku telah menghancurkan hidupku, Aku benci mereka semua, malam semakin larut hingga aku terlelap dalam tidurku.

Fajar sudah berada diufuk timur, riuh Suara burung berkicau, Aku bersiap dengan seragamku, alhamdulillah juga Ibu Sonya mengizinkanku mengenakan jilbab, dengan baju seragam dan jilbab senada dengan warna, dengan polesan yang diajarkan Elsa, Aku sudah sedikit bisa menggunakan alat Make up.

"Mbak Lintang, kita berangkat Naik angkot apa jalan kaki?" tanya Elsa sambil menguncir rambutnya yang sebahu.

"Deket ini, cuma 300 Meter, kita Jalan saja ya!" jawabku sambil membawa tas bekal yang tadi dibeli diwarung sebelah.

Kami berjalan beriringan, udara yang masih sejuk membuat kami jalan begitu santai, dan tak terasa kami sudah berada didepan Butik tempat kerja kami.

Pengunjung Lumayan banyak, telah Tiba saatnya istirahat, Aku yang bergantian jam dengan Cici, Aku bergegas ke Musholla yang tak jauh dari Butik, Sholat dzuhur sudah selesai, Aku kembali dan badanku ketabrak oleh anak kecil yang sedang berlari-lari.

"Aduh, Maaf ya Tante cantik tidak sengaja?" Sapanya dan menolongku berdiri.

"Iya tidak Apa-apa lain kali hati-hati ya!" jawabku pada gadis kecil yang memelas.

Gadis ini kenapa lari-lari, sepertinya ia ketakutan, Gadis yang sangat lucu, membuatku rindu dengan Tiara, ada apa ya coba aku tanya.

"Kenapa sepertinya takut?" 

"Jingga takut, dimarahin Ayah Tante, karena Jingga minum Es krim."

"Oh Takut sama Ayah." seruku sambil melihat ia berlari lagi.

Didunia ini kita harus banyak bersyukur, Aku masih diberi nafas untuk bersujud kepada-NYA. Pasti ada hikmah di balik setiap musibah. Akan ada kemudahan setelah kesulitan. Allah pun siapkan keajaiban usai kesabaran untukku

Mengapa Allah berikan ujian kepada ku?

Karena Allah punya maksud, dengan ujian itu, Maka Aku tunggu saja, Allah akan hadirkan banyak anugrah ketika Aku mampu melewati musibah. 

Allah Sudah siapkan kebahagiaan bila Aku berbaik sangka kepada-Nya. Aku hanya perlu paham bahwa rencana Allah tidak akan menyulitkan hamba-Nya, jika sandaran ku hanya pada kuasa-Nya.

Sadari dan renungi bahwa setiap ujian yang bertandang itu selayaknya tamu, ia juga akan datang namun tak lama pun ia juga akan segera berlalu. Begitupun masalahku yang akan berlalu seperti hembusan angin.

"Lintang?" Sapa Bu Sonya menyadarkanku dari lamunan.

"Iya Bu!"

"Bagaimana dengan Rumahnya, betah." ucapnya sambil menghitung jumlah pembeli hari ini.

"Alhamdulillah Bu, Trimakasih banyak."

"Iya sama-sama." ucap Bu Sonya yang sangat baik.

Ada seorang lelaki dengan tubuh kekar datang menemui Bu Sonya, terlihat wajahnya yang tampan namun sedikit dewasa, sesekali matanya melihat kearahku, Aku jadi salah tingkah dibuatnya.

"Ayah?" sapa gadis kecil yang tadi menabrakku di deket musholla.

"Jingga dari mana saja, Ayah cariin dari tadi!" jawab sang Ayah kepada putrinya.

Oh ternyata gadis itu putrinya, aku menghitung barang yang baru datang, tak terasa jam sudah waktunya untuk pulang, aku berkemas dan mengambil tas juga jaket.

"Mbak Lin, Ayo waktunya pulang?" tanya Elsa padaku.

"Iya Ayo!"

Kami mau keluar dari butik dan dipanggil sama Bu Sandra, dengan cepat Bu Sonya berjalan mendekati kami.

"Lintang, Elsa susah mau pulang ya?" tanya Bu Sonya pada kami.

"Iya Bu!"

"Sekalian biar diantar sama Adikku Emiel, sekalian Dia juga lewat arah rumah tempat kalian?"

"Tidak usah Bu kami jalan kaki saja!" jawab kami bersamaan.

"Udah ga usah dibantah."

Kami mengekor dibelakang lelaki bertubuh atletis itu, putrinya Jingga tak berani menyapaku mungkin takut jika aku mengatakan soal es krim itu, kami sudah berada didalam mobil.

"Tante cantik, Namanya siapa?" tanya gadis kecil itu pada kami.

"Nama Tante Elsa dan ini Tante Lintang!" jawab Elsa pada Jingga aku hanya bisa tersenyum.

"Nama saya Jingga dan Ayah saya Emiel Tante."

Kami lalu bercanda bersama gadis kecil itu, namun tidak dengan Ayahnya, hanya diam.

Mobilnya sudah terparkir didepan rumah.

"Terimakasih untuk tumpangannya, Pak?" sapaku pada lelaki bernama Emiel.

"Iya sama-sama!" jawabnya singkat dan berlalu pergi.

Dahh... Jingga

Dahh Tante Lintang, Tante Elsa...

Mobil yang membawa Jingga berlalu dan sudah tak terlihat lagi, kami masuk menyiapkan diri untuk bersih-bersih dan duduk di bangku depan Rumah.

Mbak Lin, Ayahnya Jingga cakep banget ya?" tanyanya sambil duduk disampingku.

"Cakep, tapi sudah punya istri kali El!" jawabku pada Elsa.

"Iya juga Mbak ya."

"Jangan bermain api El, nanti kebakar sendiri, tahu kan pelakor apa?"

Apapun alsannya, Aku tidak akan pernah bermain sama suami orang itu begitu menyakitkan, mending mencari jelas saja, Beres.

"Iya Mbak, Elsa juga tahu kok!"

Waktu terus berjalan,, dalam waktu 24 jam, waktuku sia-sia mencintai suami yang tak pernah mengharapkannku. Sebaliknya Suamiku selalu menyakitiku terus dan terus. Karena cintaku pada Bapak, Aku ingat amanah beliau, hingga Aku bertahan dalam pernikahanku, Karena sebuah janji haruslah ditepati.

Aku tidak tahu pilihan jalan perjodohan ini untukku, Namun aku Iklas menjalaninya, Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh, dan tulus..Hmm kenapa bayangan-bayangan itu selalu terlintas dipikiranku. hanya dari Allah Aku berharap, Sabar dan Iklas.

Next...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)