Cuplikan Chapter ini
Waktu semakin merangkak menuju siang Cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan jatuh di wajah kami yang masih dipenuhi rasa cemasNamun rasa lapar pelan-pelan mengambil alih seluruh perhatian Perutku terasa perih keroncongan tak tertahankan seperti ada sesuatu yang terus menggigit dari dalamKami masih saling berhadapan Tatapan kami seperti saling bertanya apakah semua yang tadi terjadi benar-benar nyata atau hanya ilusi Aku belum bisa memastikanMasih kuingat jelas sosok nenek-nen