Cuplikan Chapter ini
Cikundul Makam Raden Aria WiratanudatarDi hadapan mereka terbentang lantai ubin yang amat bersih berpadu dengan udara sejuk pegunungan yang menyelinap masuk tanpa permisi Aroma tanah basah menyeruak seakan ikut menyambut kedatangan dua sosok yang sudah letih luar biasa usai menapaki puluhan anak tanggaAkhirnya sampai juga seru Ucup setengah teriak Nafasnya terengah-engah kausnya basah karena keringat rambutnya acak-acakan seperti burung baru keluar dari sangkar Ia menjatuhkan t