Cuplikan Chapter ini
Masjid Agung Cirebon sore itu sangat ramai ratusan orang lalu lalang untuk mampir ke tempat yang merupakan pusat pemerintahan kesultanan Cirebon dulunyaBeberaparombongan ziarah duduk melingkar sambil berbagi nasi bungkus sekalian mereka mengambil air kulah di depan masjid sebagai tabaruk dari perjuangan kerajaan Islam ituUcup dan Putra duduk bersandar ke pilar masjid mata mereka mengamati pintu masjid yang hanya setinggi satu meteran membuat mereka harus membungkuk ketika melewatinya