Cuplikan Chapter ini
Bus melaju dengan kecepatan sedang jalan menuju kota Tasikmalaya berliku membuat para penumpang bergoyang-goyang Putra menatap jalan yang dilewati dadanya terlihat naik turun pelan namun berat Matanya melirik ke Ucup yang tertidur pulas bersandar di kursi dengan mulut terbuka dan mata yang setengah terpejamPutra tertawaLalu kembali memejamkan mata Harus sampai kapan perasaan bersalah ini terus bercokol di dada Batinnya bersuara terus mengalir dalam aliran darah membuat tubuh sea