Cuplikan Chapter ini
Rumah besar milik H Masta mulai ramai Lampu-lampu digantung tinggi suara tawa beberapa warga terdengar di depan namun tidak semua tawa jujur Ada yang tertawa sambil menahan rasa takutH Masta menyambut satu-satu warga senyumnya ramah tapi sorot mata terus memantau Ia menunggu kedatangan Ustad Rizki dan para santri supaya ia bisa memberikan isyarat untuk bergerakDi dapur ibu-ibu ribut menata piring dan gelas Anak-anak berlarian di halaman Aroma sate bakar bercampur dengan malam