Cuplikan Chapter ini
Dia selalu bilang Kalau Mas Satya tak punya harapan lagi Ingatlah rumah itu Mas Satya tak sendiriKata-kata Maya melayang di udara menghantam telak jantung Satya Dada Satya terasa beku seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas seluruh organ dalamnya Ia menatap Maya mata wanita itu sekali lagi mencerminkan sorot Jelitasebuah kedalaman yang kini terasa mencekik Tidak sendiri Bagaimana mungkin Saat seluruh dunianya baru saja hancur berkeping-keping Amarah itu yang sudah be