Cuplikan Chapter ini
Dahi Satya mengernyit Tatapan lekat pada buku diary lusuh di tumpukan buku seolah benda mati itu punya rahasia yang bisa menghantamnya lagi Firasatnya tidak pernah bagus sejak pagi tadi Matanya yang sudah sembab dan perih terasa enggan untuk membaca Namun ada kekuatan lain sebuah dorongan misterius yang menarik tangannya seolah Jemari Jelita yang telah tiada kini memintanya untuk mengulurkan tanganPerlahan tangannya yang kotor dan melepuh itu meraih buku bersampul biru langit Dingin