Cuplikan Chapter ini
Pagi pertama Fajar tipis mulai menyapa dinding-dinding putih bersih rumah mereka membiaskan cahaya jingga pucat ke seluruh penjuru kamar Bau cat masih tajam tapi kini terbungkus oleh aroma hampa yang mencekik Satya menarik tangannya perlahan dari wajah Jelita kehangatan semu itu sudah sepenuhnya sirna Wajah kekasihnya kini begitu damai tanpa jejak penderitaan Hatinya mencelos Aku tak akan gagal lagi Itu sumpahnya Sumpah untuk Jelita dan untuk amanah yang begitu berat di pundakny