Cuplikan Chapter ini
Me-nyambung apa Mbak Satya bertanya napasnya tercekat pandangannya tidak lepas dari mata Maya Ada yang aneh di sana sebuah bayangan dari kenangan yang entah mengapa terasa familiarMaya tersenyum lembut Bukan lagi senyum profesionalitas panti melainkan sebuah sorot mata yang penuh pengertian bahkan kesedihan Satya merasa seluruh udara di sekitarnya menipis menunggunya untuk runtuh lagiIbu Jelita beliau ingin Bapak menyambung kehidupan Maya berkata suaranya pelan namun tegas