Cuplikan Chapter ini
Kenapa kamu sembunyiin dia dariku JelitaPertanyaan itu pecah di bibir Satya menggantung di udara malam yang dingin dan sunyi tanpa jawaban Bayi Bintang Bintang Kepalanya berdengung sakit Foto buram itu tergenggam erat di tangan Satya yang bergetar seperti bom waktu yang baru meledak menghancurkan sisa-sisa kesedihan menjadi serpihan amarah dan kebingungan yang membakarDia mendongak menatap Jelita yang terbaring kaku damai di atas kasur Matanya menatap Jelita penuh tuntutan