Cuplikan Chapter ini
Gerbang kayu itu berderit pelan saat Satya membuka paksa tatapannya lekat pada wanita muda yang menggendong bayi kecil di tengah halaman panti Sekejap semua duka amarah dan lelah seolah menguap Digantikan oleh gelombang kejutan yang melumpuhkannya Wajah wanita itu bibirnya yang melengkung samar sorot matanya yang teduh bahkan cara dia menunduk Mirip sekali dengan Jelita Persis seperti bayangan yang menghantui pikirannya sepanjang pagi ini Itu tidak mungkinMas akhirnya datang