Cuplikan Chapter ini
Fathian Siaga Menjaga Istri dalam KetaatanSore itu suasana di kediaman keluarga Fathian di Bandar Lampung terasa begitu tenang dan damai diselimuti oleh bias cahaya keemasan matahari yang perlahan turun di ufuk barat Pukul empat sore lewat tigapuluh menit angin sepoi-sepoi berhembus lembut melewati celah jendela ruang tengah membawa aroma harum melati dari halaman depan yang baru saja disiram oleh Salma Di sudut ruangan jam dinding kayu berdetak konstan mengiringi ritme kehidupan rum