Cuplikan Chapter ini
Menata Kembali Puing-Puing Jiwa yang MeranaAngin senja berembus lambat membawa aroma tanah basah seusai hujan sore mengguyur kawasan perumahan sederhana di pinggiran kota Di bawah naungan pohon mangga yang rimbun di taman belakang Nayla duduk seorang diri di atas bangku kayu tua yang catnya mulai mengelupas Suasana di sekitar rumah terasa begitu hening menyisakan suara derik jangkrik dan tetesan air sisa hujan yang jatuh dari ujung daun Langit di ufuk barat perlahan berubah warna menjad