Cuplikan Chapter ini
Refleksi Masa Lalu Mengapa Cinta Manusia Begitu Fana Pukul tiga pagi di bilik sempit perpustakaan arsip langit kelima selalu membawa keheningan yang pekat seolah waktu pun enggan berdetik lebih cepat di antara tumpukan manuskrip tua yang mulai rapuh dimakan usia Arka duduk termenung di balik meja kayu jati yang permukaannya sudah terkelupas di banyak sisi ditemani sebatang lilin lebah yang menyala dengan nyala kuning kemerahan yang menari-nari pelan melemparkan bayangan panjang ke dindi