Cuplikan Chapter ini
Malam-Malam Terakhir Sebelum Akad Detik Penuh Sujud SyukurMalam itu Kota Bandar Lampung terbungkus dalam selimut keheningan yang syahdu diwarnai oleh langit kelam tanpa bintang dan desau angin malam yang berhembus lembut melewati celah-celah ventilasi rumah keluarga Fathian Jam dinding antik di sudut ruang tengah menunjukkan pukul dua belas lewat tiga puluh menit dini hari Suasana di dalam rumah terasa begitu khusyuk jauh dari riuhnya persiapan pernikahan yang melelahkan sepanjang hari