Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Gagal perkawinanku di ambang pintu... Semua orang tahu kalau kau itu milikku, kini di pelaminan kau dengan yang lain."
Bagi Fathian Akbar, meminang Nayla Samaira adalah ikrar suci yang telah mendapat restu. Namun, waktu seolah berkhianat ketika janji manis itu runtuh seketika di ambang pintu pernikahan. Cincin pertunangan dikembalikan, dan di hadapan banyak pasang mata, Nayla harus bersanding di pelaminan dengan pria pilihan orang tuanya.
Hancur berkeping-keping, Fathian dan keluarganya harus menelan kepahitan serta hinaan yang meremukkan harga diri. Ke mana lagi ia harus membawa sisa derita jiwa yang merana?
Di sisi lain, Nayla terjebak dalam dilema kepatuhan di bawah tekanan keluarga, menyimpan luka yang tak kalah dalam di lubuk hatinya. Ketika cinta dipisahkan oleh takdir dunia, keduanya memilih jalan sunyi: berserah kepada Sang Pemilik Waktu, memperbaiki diri lewat taubat, dan menjaga kehormatan syariat.
Dapatkah kesabaran menyembuhkan luka yang menganga? Dan mampukah takdir mempertemukan kembali dua hati yang terenggut dalam ikatan suci yang halal dan diridhai-Nya?