Cuplikan Chapter ini
Jakarta 20 April 1998Langit sore membara di atas ibu kota menyemburatkan merah keemasan yang menggantung muram di balik kabut polusi Di dalam sedan hitam yang meluncur menyusuri Jalan Rasuna Said Meilisa bersandar diam matanya menatap kosong ke luar jendela Gedung-gedung menjulang bagai raksasa yang sunyi tak mampu menyembunyikan aroma krisis yang makin pekatMeilisa masih mengenakan seragam SMA rambut dikuncir ekor kuda dan jemari mungilnya menggenggam erat buku catatan kecil D