Cuplikan Chapter ini
Angin siang terasa gerah meski matahari tertutup awan kelabu Udara yang menggantung di dalam rumah seperti menyerap kecemasan semua orang yang baru saja menyaksikan Darma pergi dengan tatapan penuh tekad Tak satu pun dari mereka berbicara Hanya desah napas berat dan detak jam dinding yang terdengar samar di antara diam yang meregangkan keteganganGuntur duduk di ujung sofa dengan mata nanar tangannya gemetar sementara Juan berdiri di dekat jendela menatap jalan kosong dengan rahang me