Cuplikan Chapter ini
Langkah Guntur tertahan di ambang pintu seolah waktu ikut membeku Di hadapannya Meilisa berdiri sambil tersenyum hangat mengulurkan tangan seperti ingin menariknya kembali ke dalam hidup yang terasa begitu asing namun entah mengapa akrabAyo Pi serunya ceriaGuntur membiarkan tangannya ditarik langkahnya mengikuti Meilisa menaiki tangga rumah iturumah yang dulu hanya ia kenal sebagai tempat kerja Kini rumah itu memeluknya kembali bukan sebagai pekerja tapi suamiMatanya