Cuplikan Chapter ini
Pagi itu damai yang sempat tercipta di dalam mal hancur dalam sekejap digulung gelombang manusia yang haus amarah Sorak-sorai liar teriakan panik dan denting kaca pecah menjadi simfoni kekacauan Kerusuhan yang bermula dari luar kini menyeruak masuk mengubah pusat perbelanjaan itu menjadi ladang porak-porandaDi balik pohon rindang dekat pintu masuk mal Guntur dewasa berjongkok mengawasi keadaan Jemarinya sesekali menyentuh jam emas dengan desain futuristik milik Victor di pergelan