Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Guntur menapaki tanah basah di sebuah tempat yang dulu hanya bisa ia kunjungi dalam kenangan Di sekelilingnya pepohonan rindang bergoyang pelan dibelai angin musim kemarau Udara tahun 1998 terasa berbedamasih segar masih polos seolah belum tersentuh oleh deru masa depan yang menggilaIa membuka tangannya lebar-lebar menghirup napas panjang sambil menutup mataAkhirnya satu langkah lagiPandangan Guntur menatap tajam ke arah rumah kecil yang tersembunyi di antara p