Cuplikan Chapter ini
Langkah Guntur terhenti di depan rumah tua yang berdiri muram di ujung jalan sepiterlihat kusam terlupakan dan nyaris ditelan waktu Embusan angin membawa debu dan daun-daun kering menyapu teras retak yang seperti tak pernah disentuh manusia selama bertahun-tahunDia menatap bangunan itu dengan napas berat Ini tempat pertama kali aku muncul di tahun iniTapi pikirannya bukan di situLangkahnya goyah Dadanya sesak Terlalu banyak pertanyaan berkecamuk di kepalanyaKenapa Victor