Cuplikan Chapter ini
Guntur memejamkan mata rapat-rapat saat mesin waktu bergetar dan menggeram Sensasi aneh seperti tubuhnya dipelintir lalu dihantam oleh ribuan arah angin membuat napasnya tercekat Saat dia membuka mata dunia di sekelilingnya sudah berubah Udara terasa lebih lembap dan bau debu serta karat menyergap hidungnyaPerlahan ia membuka pintu mesin waktu Bunyi derit engsel yang karatan menyambutnya saat ia melangkah keluar ke dalam ruangan kosong remang dan sunyi Ruangan itu terasa asing