Cuplikan Chapter ini
Ban mobil berdecit saat sedan hitam itu menepi nyaris menghantam trotoarDokterDarah terus mengalir dari hidung Arvin Merah Semakin banyakTangan Angga gemetar saat meraih ponselSatu panggilan Dua panggilan Tiga panggilanSiapkan IGD sekarang juga bentaknya begitu sambungan tersambung Dokter Arvin kehilangan kesadaranTujuh belas menit kemudianPintu IGD Mahesa Medika terbuka keras Brankar meluncur cepat melewati koridor Perawat berlarianTekanan darah turunSiapkan CT ScanHubungi