Cuplikan Chapter ini
Udara tiba-tiba terasa berat Beberapa orang menahan napas Mata Arvin menyapu tajam ke satu per satu wajah yang ada di ruangan ituDito yang duduk di sisi kanan meja langsung terlihat tegang Audrey menunduk cepat menyembunyikan ekspresi Vivian pura-pura sibuk membuka dokumenJillian melirik Arvin Menunggu ledakan Karena pria ini biasanya tidak membiarkan siapa pun menyentuh wilayah kekuasaannyaTapi Arvin hanya diam Lalu perlahan menoleh Tatapannya berhenti di Dito Lama Tanpa suara