Cuplikan Chapter ini
Ruli meletakkan ponselnya di atas meja dengan tangan yang mendadak lemas Dan untuk pertama kalinya dalam tiga puluh tahun masa kejayaannya dr Haruli Santosa benar-benar kehilangan arah tidak tahu harus melangkah ke mana lagiSementara itu tepat pukul sepuluh pagi di belahan kota yang lain Marla menggoreskan ujung pulpennya di atas dokumen gugatan cerai yang disiapkan pengacaranya Tidak ada riak drama Tidak ada air mata yang tersisa Tangannya bergerak dengan sangat stabil dan tegas s