Cuplikan Chapter ini
Jangan panggil dokter lainKalimat itu keluar pelan Serak Namun tetap mengandung nada perintah yang begitu kuat hingga Jillian refleks membeku di tempatHahDokter Anda mimisanMasih bisa lihatJillian benar-benar ingin menangis saat itu jugaArvin Mahesa duduk setengah membungkuk di sofa kulit hitam dekat jendela besar ruang kerjanya Napasnya terdengar berat meski berusaha disamarkan Tangan kanannya masih bergetar kecil di atas lutut Sementara setitik darah dari hidungnya perlah