Cuplikan Chapter ini
Mobil Arvin bergerak tenang membelah jalanan malamSunyiArvin duduk di kursi belakang sambil memejamkan mata Tuxedo hitamnya masih rapi Namun denyutan samar di belakang kepalanya mulai muncul lagiTumor sialan ituIa merogoh saku mengeluarkan botol obat kecil lalu menelan satu pil tanpa airAngga yang duduk di depan melirik lewat kaca tengah Anda harus istirahat DokAku masih hidupAngga mengangguk dengan ekspresi dibuat serius Jawaban yang cukup menenangkanArvin mendengus tipi