Cuplikan Chapter ini
Hal pertama yang Jillian sadari adalah tubuhnya hangat Padahal ruang arsip lantai dua puluh tiga terkenal dingin seperti lemari pendingin mayatPerempuan itu mengernyit pelan sebelum akhirnya membuka mata perlahan Lampu putih di langit-langit masih menyala redup Lehernya pegal Punggungnya sakit Dan sesuatu yang berat menutupi tubuhnyaJillian berkedip beberapa kaliJas dokterIa langsung duduk setengah refleksMap biru yang semalam dipeluknya jatuh ke lantai dengan suara pelan Rambutnya