Cuplikan Chapter ini
Emil menatap Adrian sesaat Sorot matanya belum kembali sepenuhnya seolah-olah dirinya yang sekarang masih dalam bayang-bayang sosok dirinya yang lain yang menurutnya datang dari entah masa ke berapaPintu kamar tertutup Lampu kamar menyala redup hanya menyisakan cahaya dari jendela yang membuat ruangan terlihat temaramAdrian duduk di ujung ranjangnya Tangannya masih sedikit gemetar tetapi kini bukan karena takut melainkan karena rasa ingin tahu yang makin tidak tertahankanEmil