Cuplikan Chapter ini
Minggu sore di hari itu Adrian duduk bersandar di sisi ranjang buku catatannya terbuka di pangkuan tetapi tak satu pun kata tercoret Di seberangnya Arman baru saja selesai menggulung charger ponselnya lalu mendongak menatap sahabatnyaMasih kepikiran soal bacaan kartu tarot tentang lu dua hari yang lalu ya tanya Arman setengah berbisik seolah-olah tak ingin mengusik ketenangan menjelang malam ituAdrian tidak langsung menjawab Tangannya hanya menelusuri halaman-halaman kosong