Cuplikan Chapter ini
Aku perhatiin dari tadi Kak Adrian kelihatan murung ujar Emil akhirnya membuka suara setelah lama duduk bersama dalam heningAdrian mengangkat kepalanya perlahan menatap Emil yang tengah menyeruput sisa jus jeruknya dengan santai Tatapan itu bukan tajam bukan juga kesal hanya lelahTumben juga nggak kelihatan bareng Kak Arman lanjut Emil Suaranya pelan tetapi cukup jelas untuk menembus lapisan tipis yang menutupi suasana hati AdrianAdrian menarik napas pelan lalu mengalih