Cuplikan Chapter ini
Senja benar-benar belum berganti malam Namun detik terasa bergeser pelan seperti enggan menua seperti menahan waktu di dalam kamar 314 ituAdrian masih berdiri di depan pintu tangannya belum menyentuh gagang Emil duduk bersila di atas kasurnya wajahnya tenang dalam cahaya lampu meja yang hangat Namun ada binar dalam matanya seolah-olah berkata Tinggallah sebentar lagiTatapan mereka bersilangan Sunyi Tidak ada kata hanya pandangan yang terlalu lama terlalu dalam untuk dihind